Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
- Latar belakang
- Maksud dan Tujuan Pembuatan Makalah
- Permasalahan
Bab II Pembahasan
- Konsep Dasar Pendidikan Seumur Hidup
- Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif
- Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program-Program Pendidikan
- Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup
- Strategi Pendidikan Seumur Hidup
Bab III Penutup
- Kesimpulan
- Saran
Daftar Pustaka
KATA PENGANTAR
Rasa Syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME. Karena limpahan rahmat dan hidayahnya kami bisa melaksanakan tugas sebagai insan, serta masih diberi kesempatan untuk mencari ilmu, sehingga kami bisa menulis serta menyelesaikan makalah Ilmu Pendidikan yang sederhana ini.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Yang telah membawa kita dari Zaman Jahiliyah menuju Addinul Islam yang terang benderang.
Makalah ini kami berijudul “ Konsep Pendidikan Seumur Hidup dan Berbagai Implikasinya “. Adalah sebagai sarana kami menuntut ilmu, serta guna memenuhi tugas ( Ilmu Pendidikan ) semester satu Tahun Akademik 2009 /2010. Dan kami berterima kasih kepada Bapak Mufid, M. Ag selaku dosen pembimbing, serta semua pihak yang telah membantu kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan, kami sadar bahwa makalah ini jahu dari kesempurnaan, maka dari itu kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam tulisan yang sederhana ini, serta masukan yang positif, saran dan kritik untuk kesempurnaan makalah kami, serta untuk menambah ilmu kami yang sangat kami harapkan.
Semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat untuk kami serta dapat bermanfaat bagi orang- orang yang sudih meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini khususya Mahasiswa Fakultas Tarbiyah.
Akhir kata, kami berharap agar makalah Ilmu Pendidikan ini tercatat sebagai amal saleh dan menjadi motivator bagi kami. Amin .
Jepara, 11 Desember 2009
Penulis
( U d v i )
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan sepanjang hayat merupakan asas pendidikan yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam dunia transformasi, dan di dalam masyarakat yang saling mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini. Setiap manusia dituntut untuk menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi baru.
Globalisasi dan pembangunan IPTEK mengakibatkan perubahan-perubahan yang cepat dalam masyarakat pada berbagai bidang. Pendidikan di tuntut untuk membantu individu agar dapat mengikuti perubahan-perubahan sosial sepanjang hidupnya. Maka lahirlah konsep kehidupan seumur hidup. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.
Satu kebutuhan vital bagi manusia dalam usaha mengembangkan diri serta mempertahankan eksistensinya adalah melalui belajar yang dilakukan sepanjang hayatnya. Tanpa belajar, manusia akan mengalami kesulitan baik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun dalam memenuhi tuntutan hidup dan kehidupan yang selalu berubah. Keharusan belajar sepanjang hayat sudah disepakati para pakar. Jauh sebelum itu, Islam adalah agama pertama yang merekomendasikan keharusan belajar seumur hidup. Rasulullah Muhammad SAW memotivasi umatnya dalam hadits: “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimat. Tuntutlah ilmu sejak buaian sampai lubang kubur. Tiada amalan umat yang lebih utama daripada belajar”.
B. Maksud dan Tujuan Membuat Makalah
Menurut sudut pandang Islam, dunia ini diciptakan oleh Allah, karena Allah Kholik (Maha Pencipta) dalam Muqadima tafsirnya dan buku hidayah Wanan-nihayahnya ibnu katsir mengemukakan ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan sifat Asma’ul Husna Allah yaitu Kholik (Maha Pencipta)
Makalah ini dibuat untuk bisa memberi sedikit acuan, memotifasi semua manusia untuk menuntut Ilmu, dan dapat meningkatkan pengetahuan tentang peningkatan Ilmu Pendidikannya. Sehingga dapat menciptakan sebuah ahli Pendidik yang profisional, bermutu dan berkualitas. Amin…
Perlunya Pendidikan Seumur Hidup
- Keterbatasan kemampuan pendidikan sekolah. Pendidikan sekolah ternyata tidak dapat memenuhi harapan masyarakat.
- Perubahan-perubahan masyarakat dan peranan-peranan sosial.
- Pendayagunaan sumber yang masih belum optimal.
- Perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat.
C. Permasalahan
- Konsep dasar Pendidikan Seumur Hidup
- Pendidikan seumur hidup dalam berbagai perspektif
- Implikasi konsep pendidikan seumur hidup dalam program-program pendidikan.
- Beberapa kepentingan pendidikan seumur hidup.
- Strategi pendidikan seumur hidup.
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep pedidikan seumur hidup ini erat kaitannya dengan paham tentang waktu berlangsungnya pendidikan. Di dalam GBHN 1978 dinyatakan bahwa “ pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, pendidikan ialah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.[1]
Bahwa manusia adalah makhluk yang tumbuh dan berkembang. Ia ingin mencapai suatu kehidupan yang optimal. Selama manusia barusaha untuk meningkatkan kehidupannya, baik dalam meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, kepribadian, maupun keterampilannya, secara sadar atau tidak sadar, maka selama itulah pendidikan masih berjalan terus.
A. Konsep Dasar Pendidikan Seumur Hidup
Pembahasan tentang konsep pendidikan seumur hidup ini akan diuraikan dalam dua bagian yaitu ditinjau dari dasar teoritis/ religios dan dasar yuriditisnya.
1. Dasar Teoritis/ Religious
Konsep pendidikan seumur hidup ini pada mulanya dikemukakan oleh filosof dan pendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu John Dewey. Kemudian dipopulerkan oleh Paul Langrend melalui bukunya : An Introduction to Life Long Education. Menurut John Dewey, pendidikan itu menyatu dengan hidup. Oleh karena itu pendidikan terus berlangsung sepanjang hidup sehingga pendidikan itu tidak pernah berakhir.
Konsep pendidikan yang tidak terbatas ini juga telah lama diajarkan oleh Islam, sebagaimana dinyatakan dalam Hadits Nabi Muhammad SAW. yang berbunyi :
أطلـبُ الِعلم ِمنَ المَهْدِ اِلىَ اللحْد
“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahad”
2. Dasar Yuriditis
Konsep pendidikan seumur hidup di
a. Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 JO TAP. NO. IV/MPR/1978 tentang GBHN menetapkan prinsip-prinsip pembangungan nasional, antara lain :
~ pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia
~ Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam keluarga (rumah tangga), sekolah dan masyarakat. Karena itu, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah (Bab IV GBHN Bagian Pendidikan).
b. UU No. 2 Tahun 1989 Pasal 4 sebagai berikut :
“Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
c. Di dalam UU Nomor 2 Tahun 1989, penegasan tentang pendidikan seumur hidup, dikemukakan dalam Pasal 10 Ayat (1) yang berbunyi : “penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu pendidikan sekolah ( Pendidikan formal ) dan pendidikan luar sekolah ( Pendidikan non- formal ).[2] dalam hal ini termasuk di dalamnya pendidikan keluarga, sebagaimana dijelaskan pada ayat (4), yaitu : “pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan”.
B. Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif
Dasar pemikiran yang menyatakan bahwa pendidikan seumur hidup ( Life Long Integrated Education ) adalah sangat penting. Dasar pemikiran tersebut ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Tinjauan Ideologis
Pendidikan seumur hidup ( life long Integrated education ) akan memungkinkan seseorang mengembangkan potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya, sebab pada dasarnya semua manusia dilahirkan ke dunia mempunyai hak sama, khususnya untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilannya (skill).
- Tinjauan Ekonomis
Melalui pendidikan, merupakan cara paling efektif untuk keluar dari suatu lingkaran yang menyeret kepada kebodohan dan kemelaratan. Pendidikan seumur hidup dalam konteks ini memungkinkan seseorang untuk :
- Meningkatkan produktifitasnya
- Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber daya dimilikinya
- Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan menyenangkan
- Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat, sehingga pendidikan keluarga menjadi sangat penting dan besar artinya.
- Tinjauan Sosiologis
Pada umumnya di negara-negara sedang berkembang ditemukan masih banyaknya para orang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, banyak anak-anak mereka yang kurang mendapatkan pendidikan formal, putus sekolah atau tidak bersekolah sama sekali. Dengan demikian pendidikan seumur hidup kepada orang akan merupakan solusi dari masalah tersebut.
- Tujuan Filosofis / Politis
Di negara demokrasi, menginginkan seluruh rakyat menyadari pentingnya hak memilih dan memahami fungsi pemerintah, DPR, MPR dan sebagainya.
- Tinjauan Teknologis
Di era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Semua orang, tak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin dan sebagainya dituntut selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilannya seperti apa yang terjadi di negara maju.
- Tinjauan Psikologis dan Paedagogis
Perkembangan IPTEK sangat pesat mempunyai dampak dan pengaruh besar terhadap berbagai konsep, teknik dan metode pendidikan. Disamping itu, perkembangan tersebut juga makin luas, dalam dan kompleks, yang menyebabkan ilmu pengetahuan tidak mungkin lagi diajarkan seluruhnya kepada anak didik di sekolah.
Oleh karena itu, tugas pendidikan jalur sekolah yang utama sekarang ialah mengajarkan bagaimana cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus sepanjang hidupnya, memberikan skill kepada anak didik secara efektif agar dia mampu beradaptasi dalam masyarakat yang cenderung berubah secara cepat. Berkenaan dengan itulah, perlu diciptakan suatu kondisi yang merupakan aplikasi asas pendidikan seumur hidup atau Life Long Education.[3]
Demikian keadaan pendidikan seumur hidup yang dilihat dari berbagai aspek dan pandangan. Sebagai pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individu harus memiliki kesempatan yang sistematik, terorganisir untuk belajar disetiap kesempatan sepanjang hidup mereka. Semua itu adalah tujuan untuk menyembuhkan kemunduran pendidikan sebelumnya, untuk memperoleh skill yang baru, untuk meningkatkan keahlian mereka dalam upaya pengertian tentang dunia yang mereka tempati, untuk mengembangkan kepribadian dan tujuan-tujuan lainnya.
Konseptualisasi pendidikan seumur hidup yang merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.
C. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program-Program Pendidikan
Implikasi pendidikan seumur hidup pada programpendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Ananda W.P. Guruge, dalam garis besarnya dapat dikelompokkan dalam enam katagori, sebagai berikut :
- Pendidikan Baca Tulis Fungsional
Realisasi baca tulis fungsional memuat beberapa hal, yaitu :
· Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3 M) yang fungsional bagi anak didik.
· Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya
2. Pendidikan Vokasional
Pendidikan Vokasional adalah program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia.
3. Pendidikan Profesional
Pendidikan dalam upaya mencetak golongan profesional yang mampu mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan.
4. Pendidikan Ke Arah Perubahan dan Pembangunan
Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan.
5. Pendidikan Kewargenegaraan dan Kedewasaan Politik
Pendidikan dalam upaya penguasaan pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik bagi setiap warga negara.
6. Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Senggang
Pendidikan dalam upaya menciptakan masyarakat yang mampu memahami dan menghargai nilai-nilai agama, sejarah, kesusastraan, filsafat hidup, seni dan musik bangsa sendiri. Sebab itu pendidikan dan pengisian waktu senggang secara kultural dan konstruktif merupakan bagian penting dari pendidikan seumur hidup.[4]
D. Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur Hidup
Hal yang mendasari perlunya pendidikan seumur hidup :
- Pertimbangan ekonomi. Masih banyaknya masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan.
- Keadilan. Tuntutan akan adanya persamaan dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.
- Faktor peranan keluarga.
- Faktor perubahan peranan sosial
- Perubahan teknologi
- Faktor-faktor vocational
- Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa
- Kebutuhan anak-anak awal
E. Strategi Pendidikan Seumur Hidup
Adapun strategi dalam rangka pendidikan seumur hidup sebagaimana diinventarisir Prof. Sulaiman Joesoef, meliputi hal-hal berikut :
1. Konsep Kunci Pendidikan Seumur Hidup
1. Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri. Sebagaimana suatu konsep, maka pendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman-pengalaman pendidikan.
- Konsep belajar seumur hidup. Dalam pendidikan seumur hidup berarti pelajar belajar karena respons terhadap keinginan yang didasari untuk belajar dan angan-angan pendidikan menyediakan kondisi-kondisi yang membantu belajar.
- Konsep belajar seumur hidup. Belajar seumur hidup dimaksudkan adalah orang-orang yang sadar tentang diri mereka sebagai pelajar seumur hidup, melihat belajar baru sebagai cara yang logis untuk mengatasi peroblema dan terdorong tinggi sekali untuk belajar di seluruh tingkat usia, dan menerima tantangan dan perubahan seumur hiudp sebagai pemberi kesempatan untuk belajar baru.
- Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup. Dalam konteks ini, kurikulum didesain atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup betul-betul telah menghasilkan pelajar seumur hidup yang secara berurutan melaksanakan belajar seumur hidup.
2. Arah Pendidikan Seumur Hidup
Pada umumnya pendidikan seumur hidup diarahkan pada orang- orang dewasa, pada anak- anak dalam rangka penambahan pengetahuan dan keterampilan mereka yang sangat dibutuhkan di dalam hidup.
1. Pendidikan Seumur Hidup Kepada Orang Dewasa
Sebagai generasi penerus, para pemuda ataupun dewasa membutuhkan pendidikan seumur hidup dalam rangka pemenuhan sifat “Self Interest” yang merupakan tuntunan hidup sepanjang masa. Diantaranya adalah kebutuhan akan baca tulis bagi mereka pada umumnya dan latihan keterampilan bagi pekerja.
2. Pendidikan seumur hidup bagi anak
Pendidikan seumur hidup bagi anak, merupakan sisi lain yang perlu memperoleh perhatian dan pemenuhan oleh karena anak akan menjadi “tempat awal” bagi orang dewasa artinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Pengetahuan dan kemampuan anak, memberi peluang besar bagi pembangunan pada masa dewasa. Dan pada gilirannya masa dewasanya menanggung beban hidup yang lebih ringan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
ý Fuad Ihsan berpendapat, pendidikan dalam arti luas merupakan ikhtiar yang ditempuh melalui tiga pendekatan, yaitu pembiasaan, pembelajaran, dan peneladanan. Ketiga aspek itu berlangsung sepanjang perjalanan hidup manusia.
ý Pendidikan merupakan suatu proses berkelanjutan yang mengandungi unsur-unsur pengajaran, latihan, bimbingan dan pimpinan dengan tumpuan khas kepada pemindahan berbagai ilmu, nilai agama dan budaya serta kemahiran yang berguna untuk diaplikasikan oleh individu (pengajar atau pendidik) kepada individu yang memerlukan pendidikan.
ý Berdasarkan berbagai definisi, dapat difahamkan bahwa pendidikan ialah proses melatih akaliah, jasmaniah dan moral manusia untuk melahirkan warganegara yang baik serta menuju ke arah kesempurnaan bagi mencapai tujuan hidup.
ý Asas pendidikan seumur hidup yang mengandung kemungkinan diversifikasi sistem pendidikan, tampaknya konsepsi satu jalur kurang begitu tepat dan efektif. pendidikan satu jalur baru lebih efektif bila wajib belajar lebih tinggi dari yang ada sekarang.
ý Jauh sebelum PBB pada tahun 1970-an memprakarsai “Pendidikan Seumur Hidup-PSH” (Life Long Integrated Education), Dalam Islam, landasan pendidikan seumur hidup terdapat dalam ayat-ayat Alquran dan hadis Rasul, antara lain
خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ إِنَّ فِي
“Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi, serta pertukaran malam dan siang, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang mempunyai (mempergunakan) akalnya“. (QS. Ali Imran: 190).
Dan pepatah arab dalam Islam pada abad ketujuh telah ditegaskan:
أطلـبُ الِعلم ِمنَ المَهْدِ اِلىَ اللحْد
“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahad”
Sebagai kaum muslimin janganlah kita memandang hukum indipenden yang berjalan dengan sendirinya seolah-olah dunia memiliki indipenden ontologis (wujud yang berdiri sendiri).
Alquran merupakan kalamullah yang di yakini kebenaranya dan mampu menjawab atas semua persoalan yang ada karena Al- qur’an tidak di ragukan kebenarannya. memperlihatkan pada dunia akan kebesaran Allah SWT pencipta langit dan bumi.
B. Saran
Akhirnya tiada kata lain selain rasa syukur kepada Tuhan YME. Yang telah memberikan hidayah serta inayahnya kepada kami sehingga kami bisa melaksanakan tugas kami membuat makalah yang sederhana ini, serta bantuan dari semua pihak yang telah mendukung baik secara moril maupun materil, sehingga tulisan yang sederhana ini mampu kami selesaikan.
Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada orang- orang yang secara langsung mendukung dalam penulisan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Akhirnya penulisan ini merupakan sarana penulis untuk menambah ilmu khususnya Ilmu Pendidikan. Sehingga kesalahan pasti terdapat didalamnya, sehingga permohonan maaf kami haturkan kepada semua pihak, semoga dalam mencari tambahan ilmu ini kami selalu dari Ridloi Allah SWT. Serta masukan dan saran dari para pembaca khususnya dosen yang mengampu kami, dan para pembaca akan kami selalu tunggu demi kemajuaan kami diwaktu yang akan datang.
Demikian makalah ini kami buat, semoga makalah ini menjadikan kita sebagai umat muslim yang sejati. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
- Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan.
- Mudyahardjo, Redja. Pengantar Pendidikan.
- Sabri, Alisu Drs. H.M. Ilmu Pendidikan.
- Al-Qur’an dan Terjemahannya,Departemen Agama RI
- UUD . GBHN ( Tentang Pendidikan ) 1978, RI
- Prof. Drs. Sulaiman Yusuf, Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, ( Jakarta : Bumi Aksara, 1986 ),
- Drs. H. Fuad Ihsan, Dasar- Dasar Kependidikan, ( Jakarta : PT Rineka Cipta, 1997 ),
- H. Zahara Idris, Pengantar Pendidikan, (
[1] Drs. H. Fuad Ihsan, Dasar- Dasar Kependidikan, ( Jakarta : PT Rineka Cipta, 1997 ), Hal : 40
[2] Drs. H. Fuad Ihsan, Dasar- Dasar Kependidikan, ( Jakarta : PT Rineka Cipta, 1997 ), Hal : 41
[3] H. Zahara Idris, Pengantar Pendidikan, (
[4] Prof. Drs. Sulaiman Yusuf, Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah, ( Jakarta : Bumi Aksara, 1986 ), hal : 32

Tidak ada komentar:
Posting Komentar